in two weeks


Yah, genap 2 minggu ga onlen.
Penyebabnya?
Apalagi kalo bukan koneksi internet rumah yang sangat berguna untuk menambah pahala di bulan ramadhan.
Oh, ditambah Telkomsel yang juga sangat berperan penting dalam menguji kesabaran untuk tidak mengucapkan seluruh penghuni kebun binatang saat lagi puasa.

Cerita soal internet dulu yuk.
Jadi, di komplek rumah sini kan pake RT RW Net. Ngambil koneksi internetnya dari FK-UNHAS, jadi sharing pemakaian sama kampus.
Dulu, perusahaan pengelola-nya namanya Geonetindo. Sejak 2008 ini berganti pemilik menjadi IndoGlobal Network. Waktu masih Geonet emang juga sering lelet, tapi karyawannya pada baek semua. Kalo gue komplen lewat telpon, mereka akan dengan ramah melayani, dan mengirimkan teknisinya ke rumah. Tapi sejak si IndoGlobal ini, boro-boro deh mo ramah. Angkat telpon/bales sms aja ga pernah. Pernah suatu saat, gue sms ke bos-nya,
“Mas, internet kok kolaps lagi ya, kali ini salah sapa? Indosat? Pelanggan? Atau BTS? ”
Ya, alesan mereka kalo internet rusak ya cuman 3 hal itu. Indosat-nya yang lagi maintenance lah, Komputer pelanggan yang harus di-restart berkali-kali lah, ato BTS di rumah tetangga gue yang tiba2 mati sendiri.

Taukah kalian beliau menjawab apa?
“listrik di FK yang lagi mati, kalo tidak percaya  cek sendiri saja ke sana”

Ow, suatu jawaban yang sangat ramah dan bersahaja bukan.

Ketika akhirnya gue berhasil ngomporin tetangga-tetangga untuk ikutan komplen, pihak ISP mengambil kebijakan bahwa tagihan internet untuk bulan September digratiskan.
Senang?
Tentu saja tidak.
Gratis means lo mengkonsumsi suatu barang tapi tidak berkewajiban untuk membayar.
Tapi yang terjadi pada internet gue adalah kebijakan menggratiskan tagihan itu dibarengi dengan tindakan tidak tersambungnya koneksi internet di rumah pelanggan.
Yeah, gue rasa bulan ramadhan tahun ini adalah tahun terberat mengalahkan hawa napsu pengen nampar orang pake bakiak.

Lanjut ke Telkomsel.
Gue rasa, pelanggan pasca bayar adalah pelanggan yang selalu sangat dirugikan. Di saat pelanggan prabayar dimanjakan dengan tarif murah menelepon, pelanggan pasca bayar-lah yang selalu kena getahnya. Traffic menelpon melonjak tajam, tidak dibarengi dengan penambahan kapasitas jaringan. Yang terjadi selama H-7 sampe Lebaran hari pertama adalah henpon gue (dan orang-orang serumah) adalah seringnya sinyal ilang dari display dan banyaknya report failed atas pengiriman sms. Ketika komplen, mereka hanya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berjanji akan segera bertindak. Sampe sekarang masih tetep suka error tuh.

Anyway, walopun telat, gue mo ngucapin Met lebaran ya buat yang merayakan.
Maafkan atas segala salah dan khilaf gue.
Semoga semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima Allah SWT, amin….

2 thoughts on “in two weeks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s