pelajaran berharga pada suatu sore di RS. Jantung Harapan Kita, Slipi.

repost dari notes facebook.


Facebook ini terbukti bukan hanya berguna untuk narsis-narsisan dan reunian sama temen lama, kemaren siang facebook terbukti bisa jadi ajang untuk merenung dan melihat sisi lain kehidupan. Wuih bahasanya berat ya, hehehe

Kemaren siang, saya kaget baca status salah satu teman SMA sekaligus tetangga saya, Yoeke Dewi Rasita. Mengabarkan kalo anaknya Anita Sagita (Mbak Nita ini masih terhitung sodara saya, dia temen kuliahnya Yoeke di kedokteran) yang baru berumur 2 bulan, masuk ICU RS. Harapan Kita. Sebagai sodara, jujur aja saya merasa sangat bersalah. Lha saya sama Nita ternyata selama ini sekota, tapi malah ga tau kabarnya sama sekali. Terakhir hanya bertemu Ayah-Ibunya di Makassar pas resepsi saya.

Mulailah saya mencari info, nanya ke Yoeke nomer hapenya Nita. Dikasih, tapi ga aktif. Dapet nick YM-nya, dan pas saya hubungi kok ya ndilalahnya dia pas ol. Singkat cerita, saya menjemput suami di kantor trus berangkat ke Harapan Kita sore ini.

Sampe sana saya terenyuh. Ponakan saya itu menderita kelainan jantung bawaan. Saya tidak bisa menjelaskan secara medis, yang jelas ada kebocoran jantung dan kerja jantungnya tidak bisa maksimal memompa. Sedih ya liat anak bayi digantungi berbagai macam selang-selang, ditidurkan di ICU, dioperasi dan dipasangi alat pacu jantung, ya Allah…..

Hal yang paling bikin amazed adalah ketabahan orangtua-orangtua itu menghadapi penyakit anaknya. Kemarin malam setelah jam besuk ICU berakhir, mereka ngumpul di salah satu ruangan khusus penunggu pasien ICU anak. Saling ngobrol biasa, nimpalin becandaan satu sama lain, seakan-akan mereka lagi ga ada beban apa-apa. Waktu saya bertanya kenapa mereka bisa begitu tabah, mereka tertawa.

“Mbak, mo sampe kapan kita sedih? Kalo kami sedih malah kasihan anak-anak kami…Memang awalnya berat, apalagi kalo pas lihat garis flat di monitor…tapi mau bagaimana lagi, kita kan hanya bisa pasrah dan ikhlas”

Subhanallah, saya tidak yakin akan sanggup berkata seperti itu kalo saya sendiri yang mengalami.

Itu belom dari segi keuangan ya.

Sakit jantung itu ga murah. Sehari di ICU bisa habis 5 juta. Kalo kata suaminya Mbak Nita, di sana itu yang kaya aja bisa cepet jadi miskin kok. Ga usah nanya bagaimana menderitanya pasien dari kalangan bawah. Meskipun kata pemerintah berobat gratis, kenyataannya ga sepenuhnya gratis. Asuransi kesehatan pun tidak akan serta merta menyetujui pengobatan untuk anak kelainan jantung. Karna asuransi juga tau, biayanya ga mungkin sedikit…

Well, ini pelajaran berharga untuk saya yang selama ini agak menyepelekan kesehatan. Ternyata, kesehatan itu di atas segalanya. Ga usah minta muluk-muluk ke Allah, kita minta sehat aja udah anugerah paling indah kok.


Untuk Mbak Nita dan keluarga, yang sabar ya. Kami akan selalu mendoakan dedek bayimu.

8 thoughts on “pelajaran berharga pada suatu sore di RS. Jantung Harapan Kita, Slipi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s