Hygroma Colli part 2

Oke. Lanjut.

*tarik napas dalam-dalam*

Seminggu setelah kami mengambil keputusan, saya mulai konsultasi lagi ke dokter untuk penjadwalan kuret. Agak lama juga tuh karna gak dapet-dapet kamar, jadi tindakannya mundur mulu. Setelah akhirnya dapet kamar, tanggal 9 Desember 2011 malem saya masuk RS. Jam 9 malem mulai dimasukkan obat, kemudian besok paginya jam 6 dimasukin lagi obat kedua melalui infus. Rasanya kayak kontraksi ngelahirin. Yang ini lebih sakit ding. Sakit psikis. Jam 8 pagi saya udah mules luar biasa, tapi dokternya ternyata ada emergency sectio. Jam 9 tindakan dimulai, jam 11 saya udah sadar tapi masih fly. Jam 1 akhirnya dipindahin ke kamar inap.

Si dedek dimakamkan di halaman belakang rumah orangtua saya di Makassar. Insya Allah jadi pembuka pintu surga untuk orangtuanya kelak. Aamiin.

 

One thought on “Hygroma Colli part 2

  1. Mba, terima kasih atas infonya. saya ingin tanya apakah janin pada saat dikeluarkan masih hidup? apakah setelah kuret ada pantangan tidak boleh hamil dulu selama 3 bulan? kebetulan saya juga sedang hamil anak pertama dan didoktrin hygroma colli juga dan ini kehamilan kedua yg pertama keguguran juga tapi tiba2 sudah tidak berkembang. saya masih bingung harus gimana karena ini kali ke 2 saya mengalami gagal ini, terima kasih ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s